Friday, August 6, 2010

PANDUAN PUASA RAMADHAN



Artinya: Diriwayatkan dari Anas ra. ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw. : Apabila ada sesuatu dari urusan duniamu, maka kamu lebih tahu tentang hal itu. Jika ada urusan dienmu, maka akulah tempat kembalinya ( ikuti aku ). ( H.R Ahmad).

Artinya : Dirwayatkan dari 'Aisyah ra : Rasulullah saw. telah bersabda : Barangsiapa melakukan perbuatan yang bukan perintah kami, maka ia tertolak ( tidak diterima). Dan dalam riwayat lain: Barangsiapa yang mengada-adakan dalam perintah kami ini yang bukan dari padanya, maka ia tertolak. Sementara dalam riwayat lain : Barangsiapa yang berbuat sesuatu urusan yang lain daripada perintah kami, maka ia tertolak.
(HR.Ahmad. Bukhary dan Abu Dawud).

Kandungan dua hadits shahih di atas menerangkan dengan jelas dan tegas bahwa segala perbuatan, amalan-amalan yang hubungannya dengan dien/syari'at terutama dalam masalah ubudiyah wajib menurut panduan dan petunjuk yang telah digariskan oleh Rasulullah saw. Tidak boleh ditambah dan/atau dikurangi meskipun menurut fikiran seolah-olah lebih baik. Diantara cara syaitan menggoda ummat Islam ialah membisikkan suatu tambahan dalam urusan Dien. Sayangnya, perkara ini dianggap soal sepele, enteng dan remeh. Padahal perbuatan seperti itu adalah merupakan suatu kerusakan yang amat fatal dan berbahaya.

Sabda Rasul saw. :

"Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, katanya : Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. berkhutbah kepada manusia pada waktu haji Wada' . Maka beliau bersabda : Sesungguhnya Syaithan telah berputus asa ( dalam berusaha ) agar ia disembah di bumimu ini. Tetapi ia ridha apabila ( bisikannya) ditaati dalam hal selain itu; yakni suatu amalan yang kamu anggap remeh dari amalan-amalan kamu, berhati-hatilah kamu sekalian. Sesungguhnya aku telah meninggalkan untukmu , yangjika kamu berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat selama-lamanya. Yaitu: Kitab Allah dan sunnah NabiNya. " ( HR. Hakim ).

Dengan demikian dapat difahami bagaimana Rasulullah saw. mengingatkan kita agar selalu waspada terhadap provokasi setan untuk beramal dengan menyalahi tuntunan Nabi sekalipun hal itu nampak remeh. "Diriwayatkan dari Ghudwahaif bin Al-Harits ra: ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw. : Setiap suatu kaum mengadakan Bid'ah, pasti saat itu diangkat (dihilangkan ) sunnah semisalnya. Maka berpegang teguh kepda sunnah itu lebih baik daripada mengadakan bid'ah" ( HR. Ahmad ).


I. MASYRU'IYAT DAN MATLAMAT PUASA RAMADHAN.

1. "Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa "( QS Al-Baqarah : 183 ).

2. "Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dengan yang bathil ), karena itu barangsiapa diantara kamu menyaksikan (masuknya bulan ini ), maka hendaklah ia puasa... " ( Al-Baqarah

: 185).

3. " Telah bersabda Rasulullah saw. : Islam didirikan di atas lima perkara: Bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad ituadalah

utusan Allah. Mendirikan Shalat Mengeluarkan Zakat puasa di bulan Ramadhan Menunaikan haji ke Ka'bah. ( HR.Bukhari Muslim ).

4. "Diriwayatkan dari Thalhah bin ' Ubaidillah ra. : bahwa sesungguhnya ada seorang bertanya kepada Nabi saw. : ia berkata : Wahai Rasulullah beritakan

kepadaku puasa yang diwajibkan oleh Allah atas diriku. Beliau bersabda : puasa Ramadhan. Lalu orang itu bertanya lagi : Adakah puasa lain yang diwajibkan atas

diriku ?. Beliau bersabda : tidak ada, kecuali bila engkau puasa Sunnah. ".

KESIMPULAN : Dari ayat-ayat dan hadits-hadits diatas, kita dapat mengambil pelajaran :

1. puasa Ramadhan hukumnya Fardu ‘Ain ( dalil 1, 2, 3 dan 4 ).

2. puasa Ramadhan disyari'atkan bertujuan untuk menyempurnakan ketaqwaan (dalil no 1).

II. KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN DAN KEUTAMAAN BERAMAL DIDALAMNYA

1. Artinya : Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra: Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda : Ketika datang bulan Ramadhan: Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkat, diwajibkan atas kamu untuk puasa, dalam bulan ini pintu Jannah dibuka, pintu Neraka ditutup, Setan- Setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada suatu malam yang nilanya sama dengan seribu bulan, maka barangsiapa diharamkan kebaikannya ( tidak beramal baik didalamnya), sungguh telah diharamkan (tidak mendapat kebaikan di bulan lain seperti di bulan ini). ( HR. Ahmad, Nasai dan Baihaqy. Hadits Shahih Ligwahairihi).

2. "Diriwayatkan dari Urfujah, ia berkata : Aku berada di tempat 'Uqbah bin Furqad, maka masuklah ke tempat kami seorang dari Sahabat Nabi saw. ketika Utbah

melihatnya ia merasa takut padanya, maka ia diam. Ia berkata: maka ia menerangkan tentang puasa Ramadhan ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda tentang bulan Ramadhan: Di bulan Ramadhan ditutup seluruh pintu Neraka, dibuka seluruh pintu Jannah, dan dalam bulan ini Setan dibelenggu. Selanjutnya ia berkata : Dan dalam bulan ini ada malaikat yang selalu menyeru : Wahai orang yang selalu mencari/ beramal kebaikan bergembiralah anda, dan wahai orang-orang yang mencari/berbuat kejelekan berhentilah ( dari perbuatan jahat) . Seruan ini terus didengungkan sampai akhir bulan Ramadhan." (Riwayat Ahmad dan Nasai )

3. " Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Shalat Lima waktu, Shalat Jum'at sampai Shalat Jum'at berikutnya, puasa Ramadhan sampai puasa Ramadhan berikutnya, adalah menutup dosa-dosa (kecil) yang diperbuat diantara keduanya, bila dosa-dosa besar dijauhi." ( H.R.Muslim)

4. "Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: puasa dan Qur'an itu memintakan syafa’at seseorang hamba di hari

Kiamat nanti. puasa berkata : Wahai Rabbku,aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk

memintakan syafa'at baginya. Dan berkata pula AL-Qur'an : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari ( karena membacaku ), maka berilah aku

hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memmintakan syafaat." ( H.R. Ahmad, Hadits Hasan).

5. "Diriwayatkan dari Sahal bin Sa'ad : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : bahwa sesungguhnya bagi Jannah itu ada sebuah pintu yang disebut " Rayyaan".

Pada hari kiamat dikatakan : Dimana orang yang puasa? ( untuk masuk Jannah melalui pintu itu), jika yang terakhir diantara mereka sudah memasuki pintu itu,

maka ditutuplah pintu itu." (HR. Bukhary Muslim).

6. Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa puasa Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang ( HR.Bukhary

Muslim).

KESIMPULAN : Kesemua Hadits di atas memberi pelajaran kepada kita, tentang keutamaan bulan Ramadhan dan keutamaan beramal didalamnya, diantaranya :

1. Bulan Ramadhan adalah:

  • Bulan yang penuh Barakah.
  • Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.
  • Pada bulan ini Setan-Setan dibelenggu.
  • Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam LAILATUL QADR.
  • Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma'shiyat agar menahan diri. (dalil 1 & 2).

2. Keutamaan beramal di bulan Ramadhan antara lain :

  • Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya.
  • Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syafaa't.
  • Khusus bagi yang puasa disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan untuk memasuki Jannah. ( dalil 3, 4, 5 dan 6).

III. CARA MENETAPKAN AWAL DAN AKHIR BULAN

1. "Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. beliau berkata : Manusia sama melihat Hilal (bulan sabit), maka akupun mengabarkan hal itu kepada Rasululullah saw. Saya

katakan : sesungguhnya saya telah melihat Hilal. Maka beliau saw. puasa dan memerintahkan semua orang agar puasa." ( H.R Abu Dawud, Al-Hakim dan Ibnu Hibban).(Hadits Shahih).

2. "Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: Mulailah puasa karena melihat ru'yah dan berbukalah ( akhirilah puasa

Ramadhan ) dengan melihat ru'yah. Apabila awan menutupi pandanganmu, maka sempurnakanlah bulan Sya'ban selama Tiga Puluh hari. "( HR. Bukhary

Muslim).

KESIMPULAN

  • Menetapkan awal dan akhir bulan Ramadhan dengan melihat ru'yah, meskipun bersumber dari laporan seseorang, yag penting adil ( dapat dipercaya ).
  • Jika bulan sabit ( Hilal ) tidak terlihat karena tertutup awan, misalnya, maka bilangan bulan Sya'ban digenapkan menjadi Tiga Puluh hari. ( dalil 1 dan 2).
  • Pada dasarnya ru'yah yang dilihat oleh penduduk di suatu negara, berlaku untuk seluruh dunia. Hal ini akan berlaku jika Khilafah ' Ala Minhaajinnabiy sudah tegak ( dalil 2 ).
  • Selama khilafah belum tegak, untuk menghindarkan meluasnya perbedaan pendapat ummat Islam tentang hal ini, sebaiknya ummat Islam mengikuti ru'yah yag nampak di negeri masing-masing. ( ini hanya pendapat sebagian ulama).

IV. RUKUN PUASA

1. "... dan makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar, kemudian

sempurnakanlah puasa itu sampai malam...( AL-Baqarah :187).

2. "Adiy bin Hatim berkata : Ketika turun ayat ; artinya (...hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam...), lalu aku mengambil seutas benang hitam dan seutas benang putih, lalu kedua utas benang itu akau simpan dibawah bantalku. Maka pada waktu malam saya amati, tetapi tidak tampak jelas, maka saya pergi menemui Rasulullah saw. Dan saya ceritakan hal ini kepada beliau. Beliapun bersabda: Yang dimaksud adalah gelapnya malam dan terangnya siang (fajar). " ( H.R. Bukhary Muslim).

3. "Allah Ta'ala berfirman : " Dan tidaklah mereka disuruh, kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlashkan ketaatan untukNya " ( Al-Bayyinah :5)

4. "Rasulullah saw. bersabda : Sesungguhnya semua amal itu harus dengan niat, dan setiap orang mendapat balasan sesuai dengan apa yang diniatkan." ( H.R

Bukhary dan Muslim).

5. "Diriwayatkan dari Hafshah , ia berkata : Telah bersabda Nabi saw. : Barangsiapa yang tidak beniat (puasa Ramadhan) sejak malam, maka tidak ada puasa

baginya ." (HR. Abu Dawud) Hadits Shahih.

KESIMPULAN:

Keterangan ayat dan hadit di atas memberi pelajaran kepada kita bahawa rukun puasa Ramadhan adalah sebagai berikut :

a. Berniat sejak malam hari ( dalil 3,4 dan 5).

b. Menahan makan, minum, koitus (Jima') dengan isteri di siang hari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari ( Maghrib), ( dalil 1 dan 2).

V. YANG DIWAJIBKAN PUASA RAMADHAN.

1. "Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian untuk puasa, sebagaimana yang telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa. " ( Al-Baqarah : 183)

2. "Diriwayatkan dari Ali ra., ia berkata : Sesungguhnya nabi saw telah bersabda : telah diangkat pena ( kewajiban syar'i/ taklif) dari tiga golongan .

- Dari orang gila sehingga dia sembuh - dari orang tidur sehingga bangun - dari anak-anak sampai ia bermimpi / dewasa." ( H.R. Ahmad, Abu Dawud, dan

Tirmidzi).

KESIMPULAN

Keterangan di atas mengajarkan kepada kita bahwa : yang diwajibkan puasa Ramadhan adalah: setiap orang beriman baik lelaki maupun wanita yang sudah

baligh/dewasa dan sehat akal /sadar.

VI. YANG DILARANG PUASA

1. "Diriwayatkan dari 'Aisyah ra. ia berkata : Disaat kami haidh di masa Rasulullah saw, kami dilarang puasa dan diperintahkan mengqadhanya, dan kami tidak

diperintah mengqadha Shalat "( H.R Bukhary Muslim).

KESIMPULAN

Keterangan di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa wanita yang sedang haidh dilarang puasa sampai habis masa haidhnya, lalu melanjutkan puasanya. Di luar Ramadhan ia wajib mengqadha puasa yag ditinggalkannya selama dalam haidh.

VII. YANG DIBERI KELONGGARAN UNTUK TIDAK PUASA RAMADHAN

1. "(Masa yang diwajibkan kamu puasa itu ialah) bulan Ramadhan yang padanya diturunkan Al-Qur'an, menjadi pertunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi

keterangan-keterangan yang menjelaskan pertunjuk, dan (menjelaskan) antara yang haq dengan yang bathil. Karenanya, siapa saja dari antara kamu yang

menyaksikan anak bulan Ramadhan (atau mengetahuinya), maka hendaklah ia puasa di bulan itu; dan siapa saja yang sakit atau dalam musafir maka (bolehlah ia

berbuka, kemudian wajiblah ia puasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (Dengan ketetapan yang demikian itu) Allah menghendaki

kamu beroleh kemudahan, dan Ia tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran. Dan juga supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan Ramadhan), dan

supaya kamu membesarkan Allah karena mendapat pertunjukNya, dan supaya kamu bersyukur." ( Al-Baqarah:185.)

2. "Diriwayatkan dari Mu'adz , ia berkata : Sesungguhnya Allah swt telah mewajibkan atas nabi untuk puasa, maka DIA turunkan ayat ( dalam surat

AL-Baqarah : 183-184), maka pada saat itu barangsiapa mau puasa dan barangsiapa mau memberi makan seorang miskin, keduanya diterima. Kemudian Allah menurunkan ayat lain ( AL-Baqarah : 185), maka ditetapkanlah kewajiban puasa bagi setiap orang yang mukim dan sehat dan diberi rukhsah ( keringanan) untuk orang yang sakit dan bermusafir dan ditetapkan cukup memberi makan orang misikin bagi oran yang sudah sangat tua dan tidak mampu puasa. " ( HR. Ahmad, Abu Dawud, AL-Baihaqi dengan sanad shahih).

3. "Diriwayatkan dari Hamzah Al-Islamy : Wahai Rasulullah, aku dapati bahwa diriku kuat untuk puasa dalam safar, berdosakah saya ? Maka beliau bersabda :

hal itu adalah merupakan kemurahan dari Allah Ta'ala, maka barangsiapa yang menggunakannya maka itu suatu kebaikan dan barangsiapa yang lebih suka untuk terus puasa maka tidak ada dosa baginya " ( H.R.Muslim)

4. "Diriwayatkan dari Sa'id Al-Khudry ra. ia berkata : Kami bepergian bersama Rasulullah saw. ke Makkah, sedang kami dalam keadaan puasa. Selanjutnya ia

berkata : Kami berhenti di suatu tempat. Maka Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya kamu sekalian sudah berada ditempat yang dekat dengan musuh kalian,

dan berbuka lebih memberi kekuatan kepada kamu. Ini merupakan rukhsah, maka diantara kami ada yang masih puasa dan ada juga yang berbuka. Kemudian kami berhenti di tempat lain. Maka beliau juga bersabda: Sesungguhnya besok kamu akan bertemu musuh, berbuka lebih memberi kekuatan kepada kamu sekalian,maka berbukalah. Maka ini merupakan kemestian, kamipun semuanya berbuka. Selanjutnya bila kami bepergian beserta Rasulullah saw. kami puasa ." ( H.R Ahmad, Muslim dan Abu Dawud).

5. "Diriwayatkan dari Sa'id Al-Khudry ra. ia berkata : Pada suatu hari kami pergi berperang beserta Rasulullah saw. di bulan Ramadhan. Diantara kami ada

yang puasa dan diantara kami ada yang berbuka . Yang puasa tidak mencela yang berbuka ,dan yang berbuka tidak mencela yang puasa. Mereka berpendapat bahwa siapa yang mendapati dirinya ada kekuatan lalu puasa, hal itu adalah baik dan barangsiapa yang mendapati dirinya lemah lalu berbuka,maka hal ini juga baik"

(HR. Ahmad dan Muslim)

6. "Dari Jabir bin Abdullah : Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. pergi menuju ke Makkah pada waktu fathu Makkah, beliau puasa sampai ke Kurraa’il Ghamiim dan semua manusia yang menyertai beliau juga puasa. Lalu dilaporkan kepada beliau bahwa manusia yang menyertai beliau merasa berat , tetapi mereka tetap

puasa karena mereka melihat apa yang tuan amalkan (puasa). Maka beliau meminta segelas air lalu diminumnya. Sedang manusia melihat beliau, lalu

sebagian berbuka dan sebagian lainnya tetap puasa. Kemudian sampai ke telinga beliau bahwa masih ada yang nekad untuk puasa. Maka beliaupun bersabda : mereka itu adalah durhaka." (HR.Tirmidzy).

7. "Ucapan Ibnu Abbas : wanita yang hamil dan wanita yang menyusui apabila khawatir atas kesehatan anak-anak mereka, maka boleh tidak puasa dan cukup

membayar fidyah memberi makan orang miskin " ( Riwayat Abu Dawud ). Shahih

8. "Diriwayatkan dari Nafi' dari Ibnu Umar: Bahwa sesungguhnya istrinya bertanya kepadanya ( tentang puasa Ramadhan ), sedang ia dalam keadaan hamil. Maka

ia menjawab : Berbukalah dan berilah makan sehari seorang miskin dan tidak usah mengqadha puasa ." (Riwayat Baihaqi) Shahih.

9. "Diriwayatkan dari Sa'id bin Abi 'Urwah dari Ibnu Abbas beliau berkata : Apabila seorang wanita hamil khawatir akan kesehatan dirinya dan wanita yang

menyusui khawatir akan kesehatan anaknya jika puasa Ramadhan. Beliau berkata : Keduanya boleh berbuka (tidak puasa ) dan harus memberi makan sehari seorang miskin dan tidak perlu mengqadha puasa" (HR.Ath-Thabari dengan sanad shahih di atas syaratMuslim , kitab AL-irwa jilid IV hal 19).

KESIMPULAN: Pelajaran yang dapat diambil dari keterangan di atas adalah : Orang Mu'min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak puasa Ramadhan, tetapi wajib mengqadha di bulan lain, mereka itu ialah :

  1. Orang sakit yang masih ada harapan sembuh.
  2. Orang yang bepergian ( Musafir ). Musafir yang merasa kuat boleh meneruskan puasa dalam safarnya, tetapi yang merasa lemah dan berat lebih baik berbuka, dan makruh memaksakan diri untuk puasa.

Orang Mu'min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib mengqadha, tetapi wajib fidyah (memberi makan sehari seorang miskin). Mereka adalah orang yang tidak lagi mampu mengerjakan puasa karena:

  1. Umurnya sangat tua dan lemah.
  2. Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya.
  3. Karena mengandung dan khawatir akan kesehatan dirinya.
  4. Sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh.
  5. Orang yang sehari-hari kerjanya berat yang tidak mungkin mampu dikerjakan sambil puasa, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan. ( dalil 2,7,8 dan 9).

VIII HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA

1. "...dan makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam (fajar ), kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam..." ( Al-Baqarah : 187).

2. "Dari Abu Hurairah ra.: bahwa sesungguhnya nabi saw. telah bersabda : Barangsiapa yang terlupa, sedang dia dalam keadaan puasa, kemudian ia makan atau minum, maka hendaklah ia sempurnakan puasanya. Hal itu karena sesungguhnya Allah hendak memberinya karunia makan dan minum " (Hadits Shahih, riwayat Al-Jama'ah kecuali An-Nasai).

3. Dari Abu Hurairah ra. bahwa sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : Barang siapa yang muntah dengan tidak sengaja, padahal ia sedang puasa - maka tidak wajib qadha ( puasanya tetap sah ), sedang barang siapa yang berusaha sehinggga muntah dengan sengaja, maka hendaklah ia mengqadha ( puasanya batal ). ( H.R : Abu Daud dan At-Tirmidziy )

4. Diriwayatkan dari Aisyah ra ia berkata : Disaat kami berhaidh ( datang bulan ) dimasa Rasulullah saw. kami dilarang puasa dan diperintah untuk mengqadhanya

dan kami tidak diperintah untuk mengqadha shalat. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

5. Diriwayatkan dari Hafshah, ia berkata : Telah bersabda Nabi saw. Barang siapa yang tidak berniat untuk puasa ( Ramadhan ) sejak malam, maka tidak ada

puasa baginya. ( H.R : Abu Daud ) hadits shahih.

6. Telah bersabda Rasulullah saw: Bahwa sesungguhnya semua amal itu harus dengan niat ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

7. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata : Sesungguhnya seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw: Ya Rasulullah saya terlanjur menyetubuhi istri saya (di siang hari) padahal saya dalam keadaan puasa ( Ramadhan ), maka Rasulullah saw bersabda : Punyakah kamu seorang budak untuk dimerdekakan ? Ia menjawab : Tidak. Rasulullah saw bersabda : Mampukah kamu puasa dua bulan berturut-turut ? Lelaki itu menjawab : Tidak. Beliau

bersabda lagi : Punyakah kamu persediaan makanan untuk memberi makan enam puluh orang miskin ? Lelaki itu menjawab : Tidak. Lalu beliau diam, maka ketika kami dalam keadaan semacam itu, Rasulullah datang dengan membawa satu keranjang kurma, lalu bertanya : dimana orang yang bertanya tadi ? ambilah

kurma ini dan shadaqahkan dia. Maka orang tersebut bertanya : Apakah kepada orang yang lebih miskin dari padaku ya Rasulullah ? Demi Allah tidak ada diantara

sudut-sudutnya ( Madinah ) keluarga yang lebih miskin daripada keluargaku. Maka Nabi saw. lalu tertawa sampai terlihat gigi serinya kemudian bersabda :

Ambillah untuk memberi makan keluargamu. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

KESIMPULAN

Ayat dan hadits-hadits tersebut di atas menerangkan kepada kita bahwa hal-hal yang dapat membatalkan puasa ( Ramadhan ) ialah sbb :

  • Sengaja makan dan minum di siang hari. Bila terlupa makan dan minum di siang hari, maka tidak membatalkan puasa. ( dalil : 2 )
  • Sengaja membikin muntah, bila muntah dengan tidak disengajakan, maka tidak membatalkan puasa. ( dalil :3 )
  • Pada siang hari terdetik niat untuk berbuka. (dalil : 5 dan 6 )
  • Dengan sengaja menyetubuhi istri di siang hari Ramadhan, ini disamping puasanya batal ia terkena hukum yang berupa : memerdekakan seorang hamba, bila tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut, dan bila tidak mampu, maka memberi makan enam puluh orang miskin.( dalil : 7 )
  • Datang bulan di siang hari Ramadhan ( sebelum waktu masuk Maghrib ).( dalil : 4 )

IX. HAL-HAL YANG BOLEH DIKERJAKAN WAKTU IBADAH PUASA.

1. Diriwayatkan dari Aisyah ra Bahwa sesungguhnya Nabi saw. dalam keadaan junub sampai waktu Shubuh sedang beliau sedang dalam keadaan puasa, kemudian mandi. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

2. Diriwayatkan dari Abi Bakar bin Abdurrahman, dari sebagian sahabat-sahabat Nabi saw. ia berkata kepadanya : Dan sungguh telah saya lihat Rasulullah saw. menyiram air di atas kepala beliau padahal beliau dalam keadaan puasa karena haus dan karena udara panas. ( H.R : Ahmad, Malik dan Abu Daud )

3. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Bahwa sesungguhnya Nabi saw berbekam sedang beliau dalam keadaan puasa. (H.R : Al-Bukhary ) .

4. Diriwayatkan dari Aisyah ra Adalah Rasulullah saw mencium ( istrinya ) sedang beliau dalam keadaan puasa dan menggauli dan bercumbu rayu dengan istrinya (

tidak sampai bersetubuh ) sedang beliau dalam keadaan puasa, akan tetapi beliau adalah orang yang paling kuat menahan birahinya. ( H.R : Al-Jama'ah kecuali

Nasa'i) hadits shahih.

5. Diriwayatkan dari Abdullah bin Furuuj : Bahwa sesungguhnya ada seorang wanita bertanya kepada Ummu Salamah ra. Wanita itu berkata : Sesungguhnya suami saya mencium saya sedang dia dan saya dalam keadaan puasa, bagaimana pendapatmu ? Maka ia menjawab : Adalah Rasulullah r pernah mencium saya sedang beliau dan saya dalam keadaan puasa. ( H.R : Aththahawi dan Ahmad dengan sanad yang baik dengan mengikut syarat

Muslim ).

6. Diriwayatkan dari Luqaidh bin Shabrah : Sesungguhnya Nabi saw bersabda : Apabila kamu beristinsyaaq ( menghisap air ke hidung )

keraskan kecuali kamu dalam keadaan puasa. ( H.R :Ashhabus Sunan )

7. Perkataan ibnu Abbas : Tidak mengapa orang yang puasa mencicipi cuka dan sesuatu yang akan dibelinya ( Ahmad dan Al-Bukhary ).

KESIMPULAN

Hadits-hadits tersebut di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa hal-hal tersebut di bawah ini bila diamalkan tidak membatalkan puasa :

  1. Menyiram air ke atas kepala pada siang hari karena haus ataupun udara panas, demikian pula menyelam kedalam air pada siang hari.
  2. Menta'khirkan mandi junub setelah adzan Shubuh. (dalil : 1 )
  3. Berbekam pada siang hari. ( dalil : 3 )
  4. Mencium, menggauli, mencumbu istri tetapi tidak sampai bersetubuh di siang hari.( dalil 4 dan 5 )
  5. Beristinsyak ( menghirup air kedalam hidung )terutama bila akan berwudhu, asal tidak dikuatkan menghirupnya. ( dalil : 6 )
  6. Disuntik di siang hari.
  7. Mencicipi makanan asal tidak ditelan.(dalil :7)

ADAB-ADAB PUASA RAMADHAN.

1. Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab ra. telah bersabda Rasulullah saw: Apabila malam sudah tiba dari arah sini dan siang telah pergi dari arah sini, sedang

matahari sudah terbenam, maka orang yang puasa boleh berbuka. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

2. Diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : Manusia ( ummat Islam ) masih dalam keadaan baik selama mentakjilkan

(menyegerakan) berbuka. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim)

3. Diriwayatakan dari Anas ra., ia berkata : Rasulullah saw berbuka dengan makan beberapa ruthaab (kurma basah ) sebelum shalat, kalau tidak ada maka dengan kurma kering, kalau tidak ada maka dengan meneguk air beberapa teguk. ( H.R : Abu Daud dan Al-Hakiem )

4. Diriwayatkan dari Salman bin Amir, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Apabila salah seorang diantara kamu puasa hendaklah berbuka dengan

kurma, bila tidak ada kurma hendaklah dengan air, sesungguhnya air itu bersih. ( H.R : Ahmad dan At-Tirmidzi )

5. Diriwayatkan dari Ibnu Umar : Adalah Nabi saw. selesai berbuka Beliau berdo'a (artinya) telah pergi rasa haus dan menjadi basah semua urat-urat dan pahala

tetap ada Insya Allah. ( H.R : Ad-Daaruquthni dan Abu Daud hadits hasan )

6. Diriwayatkan dari Anas, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw: Apabila makan malam telah disediakan, maka mulailah makan sebelum shalat Maghrib, janganlah mendahulukan shalat daripada makan malam itu ( yang sudah terhidang ). ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

7. Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra: Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda : Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya makan sahur itu berkah. (H.R :

Al-Bukhary )

8. Diriwayatkan dari Al-Miqdam bin Ma'di Yaqrib, dari Nabi saw. bersabda : Hendaklah kamu semua makan sahur, karena sahur adalah makanan yang penuh berkah. ( H.R : An-Nasa'i )

9. Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit t berkata : Kami bersahur bersama Rasulullah saw. kemudian kami bangkit untuk menunaikan shalat ( Shubuh ). saya berkata :

Berapa saat jarak antara keduanya ( antara waktu sahur dan waktu Shubuh )?Ia berkata : Selama orang membaca limapuluh ayat. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

10. Diriwayatkan dari Amru bin Maimun, ia berkata : Adalah para sahabat Muhammad saw. adalah orang yang paling menyegerakan berbuka dan melambatkan makan sahur. ( H.R : Al-Baihaqi )

11. Telah bersabda Rasulullah saw: Apabila salah seorang diantara kamu mendengar adzan dan piring masih di tangannya janganlah diletakkan hendaklah ia

menyelesaikan hajatnya ( makan/minum sahur )daripadanya. (H.R : Ahmad dan Abu Daud dan Al-Hakiem )

12. Diriwayatkan dari Abu Usamah ra. ia berkata : Shalat telah di'iqamahkan, sedang segelas minuman masih di tangan Umar ra. beliau bertanya : Apakah ini boleh saya minum wahai Rasulullah ? Beliau r.a menjawab : ya, lalu ia meminumnya. ( H.R Ibnu Jarir )

13. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. ia berkata :Adalah Rasulullah saw. orang yang paling dermawan dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika

Jibril menemuinya, dan Jibril menemuinya pada setiap malam pada bulan Ramadhan untuk mentadaruskan beliau saw. al-qur'an dan benar-benar Rasulullah saw. lebih dermawan tentang kebajikan( cepat berbuat kebaikan ) daripada angin yang dikirim.(HR Al-Bukhary )

14. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata :Adalah Rasulullah saw. menggalakkan qiyamullail (shalat malam ) di bulan Ramadhan tanpa memerintahkan

secara wajib, maka beliau bersabda : Barang siapa yang shalat malam di bulan Ramadhan karena beriman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka diampuni baginya dosanya yang telah lalu. ( H.R : Jama'ah )

15. Diriwayatkan dari Aisyah ra. Sesungguhnya Nabi saw. apabila memasuki sepuluh hari terakhir ( bulan Ramadhan ) beliau benar-benar menghidupkan malam (

untuk beribadah ) dan membangunkan istrinya ( agar beribadah ) dengan mengencangkan ikatan sarungnya (tidak mengumpuli istrinya ). ( H.R : Al-Bukhary dan

Muslim )

16. Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata : Adalah Nabi saw. bersungguh-sungguh shalat malam pada sepuluh hari terakhir ( di bulan Ramadhan ) tidak seperti kesungguhannya dalam bulan selainnya. ( H.R : Muslim )

17. Diriwayatkan dari Abu salamah din Abdur Rahman, sesungguhnya ia telah bertanya kepada Aisyah ra: Bagaimana shalat malamnya Rasulullah saw di bulan

Ramadhan ? maka ia menjawab : Rasulullah saw tidak pernah shalat malam lebih dari sebelas raka'at baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya, caranya :

Beliau shalat empat raka'at jangan tanya baik dan panjangnya, kemudian shalat lagi empat raka'at jangan ditanya baik dan panjangnya, kemudian shalat tiga

raka’at. ( H.R : Al-Bukhary,Muslim dan lainnya )

18. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. apabila bangun shalat malam, beliau membuka dengan shalat dua raka'at yang ringan,

kemudian shalat delapan raka'at, kemudian shalat witir. ( H.R : Muslim )

19. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ia berkata : Ada seorang laki-laki berdiri lalu ia berkata : Wahai Rasulullah bagaimana cara shalat malam ? Maka

Rasulullah r. menjawab : Shalat malam itu dua raka'at dua raka'at. Apabila kamu khawatir masuk shalat Shubuh, maka berwitirlah satu raka'at. ( H.R : Jama'ah)

20. Dari Aisyah ra. ia berkata : Sesungguhnya Nabi saw shalat di masjid, lalu para sahabat shalat sesuai dengan shalat beliau ( bermakmum di belakang ), lalu

beliau shalat pada malam kedua dan para sahabat bermakmum dibelakangnya bertambah banyak, kemudian pada malam yang ketiga atau yang keempat mereka

berkumpul, maka Rasulullah saw tidak keluar mengimami mereka. Setelah pagi hari beliau bersabda : Saya telah tahu apa yang kalian perbuat, tidak ada yang

menghalangi aku untuk keluar kepada kalian ( untuk mengimami shalat ) melainkan aku khawatir shalat malam ini difardhukan atas kalian. Ini terjadi pada bulan Ramadhan. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

21. Dari Ubay bin Ka'ab t. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. shalat witir dengan membaca : Sabihisma Rabbikal A'la )dan ( Qul ya ayyuhal kafirun)

dan (Qulhu wallahu ahad ). ( H.R : Ahmad, Abu Daud, Annasa'i dan Ibnu Majah )

22. Diriwayatkan dari Hasan bin Ali t. ia berkata : Rasulullah saw. telah mengajarkan kepadaku beberapa kata yang aku baca dalam qunut witir : ( artinya ) Ya

Allah berilah aku petunjuk beserta orang-orang yang telah engkau beri petunjuk, berilah aku kesehatan yang sempurna beserta orang yang telah engkau beri

kesehatan yang sempurna, pimpinlah aku beserta orang yang telah Engkau pimpin, Berkatilah untukku apa yang telah Engkau berikan, peliharalah aku dari apa yang

telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang memutuskan dan tiada yang dapat memutuskan atas Engkau, bahwa tidak akan hina siapa saja yang telah Engkau pimpin dan tidak akan mulia siapa saja yang Engkau musuhi. Maha agung Engkau wahai Rabb kami dan Maha Tinggi Engkau. ( H.R : Ahmad, Abu Daud, Annasa'i, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah )

23. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. bersabda :Barang siapa yang shalat malam menepati lailatul qadar, maka diampuni dosanya yang telah lalu. ( H.R :

Jama'ah )

24. Diriwayatkan dari Aisyah ra. Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda : berusahalah untuk mencari lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir. (H.R : Muslim )

25. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. ia berkata : Dinampakkan dalam mimpi seorang laki-laki bahwa lailatul qadar pada malam kedua puluh tujuh, maka

Rasulullah saw. bersabda : Sayapun bermimpi seperti mimpimu, ( ditampakkan pada sepuluh malam terakhir, maka carilah ia ( lailatul qadar ) pada malam-malam

ganjil. ( H.R : Muslim )

26. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Saya berkata kepada Rasulullah saw. Ya Rasulullah, bagaimana pendapat tuan bila saya mengetahui lailatul qadar,apa yang saya harus baca pada malam itu ? Beliau bersabda : Bacalah ( artinya ) Yaa Allah sesungguhnya Engkau maha pemberi ampun, Engkau suka kepada keampunan maka ampunilah daku. (H.R : At-Tirmidzi dan Ahmad )

27. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw mengamalkan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan

oleh Allah Azza wa Jalla. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

28. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. apabila hendak beri'tikaf, beliau shalat shubuh kemudian memasuki tempat

i'tikafnya.......... ( H.R :Jama'ah kecuali At-Tirmidzi )

29. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. apabila beri'tikaf , beliau mendekatkan kepalanya kepadaku, maka aku menyisirnya, dan adalah beliau tidak masuk ke rumah kecuali karena untuk memenuhi hajat manusia ( buang air, mandi dll...) ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

30. Allah ta'ala berfirman : ( artinya ) Janganlah kalian mencampuri mereka( istri-istri kalian ) sedang kalian dalam keadaan i'tikaf dalam masjid. Itulah batas-batas ketentuan Allah, maka jangan di dekati...( Al-Baqarah : 187 )

31. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw: Setiap amal anak bani Adam adalah untuknya kecuali puasa, ia adalah untukku

dan aku yang memberikan pahala dengannya. Dan sesungguhnya puasa itu adalah benteng pertahanan, pada hari ketika kamu puasa janganlah berbuat keji , jangan

berteriak-teriak ( pertengkaran ), apabila seorang memakinya sedang ia puasa maka hendaklah ia katakan : " sesungguhnya saya sedang puasa" . Demi jiwa Muhammad yang ada di tanganNya sungguh bau busuknya mulut orang yang sedang puasa itu lebih wangi disisi Allah pada hari kiamat daripada kasturi. Dan bagi orang yang puasa ada dua kegembiraan, apabila ia berbuka ia gembira dengan bukanya dan apabila ia berjumpa dengan Rabbnya ia gembira karena puasanya. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim)

32. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata : Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan amalan

kebohongan, maka tidak ada bagi Allah hajat ( untuk menerima ) dalam hal ia meninggalkan makan dan minumnya. ( H.R: Jama'ah Kecuali Muslim ) Maksudnya

Allah tidak merasa perlu memberi pahala puasanya.

33. Bahwa sesungguhnya Nabi saw. bersabda kepada seorang wanita Anshar yang sering di panggil Ummu Sinan : Apa yang menghalangimu untuk melakukan haji

bersama kami ? Ia menjawab : Keledai yang ada pada kami yang satu dipakai oleh ayahnya si fulan (suaminya ) untuk berhaji bersama anaknya sedang yang lain di pakai untuk memberi minum anak-anak kami. Nabi pun bersabda lagi : Umrah di bulan Ramadhan sama dengan mengerjakan haji atau haji bersamaku. ( H.R :Muslim)

34. Rasulullah sw. bersabda : Apabila datang bulan Ramadhan kerjakanlah umrah karena umrah di dalamnya (bulan Ramadhan ) setingkat dengan haji. ( H.R : Muslim)

KESIMPULAN

Ayat dan hadits-hadits tersebut di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa dalam mengamalkan puasa Ramadhan kita perlu melaksanakan adab-adab sbb :

1. Berbuka apabila sudah masuk waktu Maghrib. ( dalil: 6 ) Sunnah berbuka adalah sbb :

  1. Disegerakan yakni sebelum melaksanakan shalat Maghrib dengan makanan yang ringan seperti kurma, air saja, setelah itu baru melaksanakan shalat. ( dalil: 2,3 dan 4 )
  2. Tetapi apabila makan malam sudah dihidangkan, maka terus dimakan, jangan shalat dahulu. ( dalil : 6 )
  3. Setelah berbuka berdo'a dengan do'a sbb : Artinya : Telah hilang rasa haus, dan menjadi basah semua urat-urat dan pahala tetap wujud insya Allah. ( dalil: 5 )

2. Makan sahur. ( dalil : 7 dan 8 ) Adab-adab sahur :

a. Dilambatkan sampai akhir malam mendekati Shubuh. (dalil 9 dan 10 )

b. Apabila pada tengah makan atau minum sahur lalu mendengar adzan Shubuh, maka sahur boleh diteruskan sampai selesai, tidak perlu dihentikan di tengah sahur

karena sudah masuk waktu Shubuh. ( dalil 11 dan 12 ) * Imsak tidak ada sunnahnya dan tidak pernah diamalkan pada zaman sahabat maupun tabi'in.

3. Lebih bersifat dermawan (banyak memberi, banyak bershadaqah, banyak menolong) dan banyak membaca al-qur'an ( dalil : 13 )

4. Menegakkan shalat malam / shalat Tarawih dengan berjama'ah. Dan shalat Tarawih ini lebih digiatkan lagi pada sepuluh malam terakhir( 20 hb. sampai akhir

Ramadhan). (dalil : 14,15 dan 16 ) Cara shalat Tarawih adalah :

  1. Dengan berjama'ah. ( dalil : 19 )
  2. Tidak lebih dari sebelas raka'at yakni salam tiap dua raka'at dikerjakan empat kali, atau salam tiap empat raka'at dikerjakan dua kali dan ditutup dengan witir tiga raka'at. ( dalil : 17 )
  3. Dibuka dengan dua raka'at yang ringan. ( dalil : 18)
  4. Bacaan dalam witir : Raka'at pertama : Sabihisma Rabbika. Roka't kedua : Qul yaa ayyuhal kafirun. Raka'at ketiga : Qulhuwallahu ahad. ( dalil : 21 )
  5. Membaca do'a qunut dalam shalat witir. ( dalil 22 )

5. Berusaha menepati lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir, terutama pada malam-malam ganjil. Bila dirasakan menepati lailatul qadar hendaklah lebih giat

beribadah dan membaca : Yaa Allah Engkaulah pengampun, suka kepada keampunan maka ampunilah aku. ( dalil : 25 dan 26 )

6. Mengerjakan i'tikaf pada sepuluh malam terakhir. (dalil : 27 )

Cara i'tikaf :

a. Setelah shalat Shubuh lalu masuk ke tempat i'tikaf di masjid. ( dalil 28 )

b. Tidak keluar dari tempat i'tikaf kecuali ada keperluan yang mendesak. ( dalil : 29 )

c. Tidak mencampuri istri dimasa i'tikaf. ( dalil : 30)

7. Mengerjakan umrah. ( dalil : 33 dan 34 )

8. Menjauhi perkataan dan perbuatan keji dan menjauhi pertengkaran. (dalil : 31 dan 32 )

Thursday, August 5, 2010

Call now...

Remaja perempuan Palestin jadi nelayan


MADLIN terjun ke dalam laut manakala dua adiknya berada di dalam sebuah bot kecil di Bandar Gaza pada 25 Julai lalu.


BANDAR GAZA - Seorang remaja perempuan Palestin, Madlin Kallab menjadi nelayan bagi menyara ibu bapanya, lapor sebuah akhbar semalam.

Dia yang berusia 16 tahun belajar menangkap ikan secara profesional daripada bapanya, Mohammad yang turut mengajar anaknya untuk berenang.

Bapanya itu kini tidak lagi mampu bekerja kerana faktor usia tua.

"Sejak kecil, saya berhasrat untuk pergi ke tengah laut dan dilambung ombak. Saya selalu menghabiskan masa di pantai dan ekoran umur semakin meningkat saya mula memancing ikan walaupun ia penat dan sukar," kata Madlin.

Dia juga mengajar seorang adik lelakinya, Kayed berenang.

Kayed berumur 15 tahun kadang-kala membantu Madlin apabila dia tidak bekerja di sebuah kedai jahitan miliknya.

Remaja perempuan itu berharap akan memperoleh diploma dalam bidang fesyen.

Palestin kini dijajah oleh Israel manakala pertempuran antara pejuang Palestin dengan askar-askar Yahudi kerap berlaku.

Presiden Iran nyaris maut


GAMBAR menunjukkan kepulan asap akibat letupan bom (kiri) dekat sebuah kenderaan yang dinaiki Mahmoud (dalam bulatan) di bandar Hamadan semalam.


TEHERAN – Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad terselamat dalam satu serangan bom dekat konvoi kenderaannya semasa beliau melawat bandar Hamadan semalam.

Sumber-sumber menyatakan konvoi tersebut menjadi sasaran kerana terdapat kenderaan yang membawa Mahmoud dari sebuah lapangan menuju ke sebuah kompleks sukan untuk menyampaikan ucapan.

Beberapa orang cedera dan seorang suspek telah ditahan.

“Siasatan masih dilakukan untuk mengetahui siapakah yang menjadi dalang,” kata satu sumber.

Mahmoud kemudiannya tampil di siaran langsung televisyen Iran dalam keadaan sihat dan tidak bercakap mengenai serangan tersebut.

Selaku pemimpin popular dan tegas, Mahmoud didakwa mempunyai musuh di kalangan puak konservatif dan reformis di Iran selain dari luar negara.

Stesen televisyen Al-Arabiya melaporkan, seorang penyerang telah melontar sebiji bom ke arah konvoi sebelum dia ditahan.

Bom berkenaan dikatakan mengenai sebuah kereta yang membawa wartawan dan kakitangan Presiden. Sehingga kini, tiada pihak mengaku bertanggungjawab.

Pada Isnin lalu, semasa memberi ucapan pada satu seminar ekspatriat Iran di Teheran, Mahmoud menyatakan bahawa beliau yakin akan menjadi sasaran pembunuhan yang dirancang oleh Israel.

Kabinet pimpinan Mahmoud kini berdepan keperitan ekonomi ekoran sekatan baru antarabangsa yang dikenakan kerana keengganan Iran menghentikan program kuasa nuklearnya. – Reuters

PRU 13: PAS Terengganu tumpu 32 Dun

BESUT, 4 Ogos: PAS Terengganu memberi tumpuan terhadap kesemua 32 kawasan Dewan Undangan Negeri (Dun) di negeri ini termasuk lapan kawasan parlimen.

Hingga kini, PAS Terengganu berpuas hati dengan segala persiapan jentera parti di setiap peringkat Dun-Dun yang dilawati sejak setahun lalu.

Timbalan Pesuruhjaya PAS negeri, Mohd Abdul Wahid Endut berkata demikian selepas Mesyuarat Dewan Harian PAS Terengganu di Felda Tenang, Hulu Besut, hari ini.

[Gambar: Abdul Wahid (kanan), Yahaya (kiri) beserta anggota Dewan Harian PAS Terengganu menjamu durian selepas selesai mesyuarat.]

“Alhamdulillah, ini lawatan terakhir kita dan selesai 32 Dewan Undangan Negeri (Dun). Kita bermula di Dun Kota Putra, Besut dan berakhir di Dun Hulu Besut ini.

“Kita tumpu kepada semua 32 Dun di Terengganu ini. Maknanya, seluruh negeri Terengganu termasuk di lapan kawasan parlimen,” tegasnya.

Menurutnya, PAS negeri berpuas hati dengan persiapan jentera parti bagi menghadapi Pilihan Raya Umum ke-13 (PRU 13) akan datang.

Katanya, petugas parti sedang melakukan persiapan dengan mengaktifkan bilik gerakan termasuk membuat pendaftaran pemilih Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR).

“Pertama (lawatan) dapat melihat serta meninjau tentang tahap persiapan dan perkembangan gerak kerja yang dilakukan di Dun-Dun seluruh negeri Terengganu.

“Keseluruhannya, kita rasa puas hatilah kerana jentera kita telah pun digerakkan. Mereka bersedia untuk bekerja ke arah mempersiapkan lagi jentera parti.

“Insya Allah, kita rasa dalam menghadapi pilihan raya akan datang ini, kita mampu untuk memberikan suatu kekuatan yang lebih mantap di seluruh negeri Terengganu,” ujarnya.

Sementara itu, Setiausaha PAS negeri, Yahaya Ali berkata PAS Terengganu berusaha menggerakkan semua lajnah-lajnah serta portfolionya.

Menurutnya, PAS Terengganu juga telah menyiapkan draf ‘road map’ (peta jalan) termasuk dalam perkara berkaitan manifesto pilihan raya.

“Road map ini sudah pun kita bentangkan dari segi drafnya. Isu-isu penting dalam ‘road map’ itu pun telah kita kemukakan termasuk dalam perkara yang berkait dengan manifesto.

“Road map ini iaitu kita berusaha untuk menggerakkan semua lajnah-lajnah dan portfolio yang kita bentuk supaya semuanya dalam keadaan siap sedia untuk menghadapi pilihan raya ini.

“Road Map ini bukan sahaja untuk peringkat negeri sebenarnya tetapi akan diperturunkan ke peringkat yang lebih bawah sehingga ke Dun dan cawangan,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu agenda PAS dalam lawatan tersebut mengadakan dialog dengan para petugas di peringkat akar umbi.

Apa yang penting, katanya rumusan dari program lawatan ke Dun-Dun tersebut mempunyai kesan yang positif kepada Dun dan cawangan PAS di seluruh negeri.

Wednesday, August 4, 2010

Tarikh lihat anak bulan, Selasa 10 Ogos


KUALA LUMPUR - Tarikh melihat anak bulan bagi menentukan permulaan puasa bagi umat Islam di seluruh Malaysia ialah petang Selasa, 10 Ogos bersamaan 29 Syaaban 1431 Hijrah.

Menurut kenyataan Pejabat Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja Malaysia, Majlis Raja-Raja, tempat melihat anak bulan pada malam tersebut adalah Pontian Kecil di Johor; Kompleks Falak Al-Khawarizmi, Kampung Balik Batu (Melaka); Teluk Kemang (Negeri Sembilan); Bukit Melawati (Selangor); Pulau Angsa (Selangor); Bukit Jugra (Selangor), Pantai Pasir Panjang (Perak); Pantai Aceh (Pulau Pinang); Kampung Pulau Sayak (Kedah); Pemandangan Indah, Pulau Langkawi (Kedah); Menara Alor Setar (Kedah).

Bukit Besar, Kuala Terengganu (Terengganu); Bukit Kemuning (Terengganu); Pulau Perhentian (Terengganu); Balai Cerap KUSZA, Bukit Peraksi, Pasir Puteh (Kelantan); Bukit Kampong Tembeling, Kuala Krai (Kelantan); Menara Bangunan SEDC, Kota Bharu (Kelantan).

Tanjong Lubang, Miri (Sarawak); Teluk Bandung, Kuching (Sarawak), Tanjung Batu, Bintulu (Sarawak); Balai Cerap Al-Biruni, Putatan, Sabah; Bukit Tanjong Batu, Nenasi (Pahang); Gunung Berincang, Cameron Highlands (Pahang); Bukit Pelindong, Kuantan (Pahang).

Menara Universiti Malaysia Sabah (Labuan); Menara Kuala Lumpur (Kuala Lumpur); Pusat Konvensyen Antarabangsa Putrajaya, dan Kuala Sungai Baru, Simpang Empat (Perlis).

Majlis Raja-Raja mempersetujui bahawa cara menetapkan tarikh permulaan puasa adalah berdasarkan Rukyah serta Hisab, dan pengisytiharan tarikh permulaan puasa akan dibuat oleh Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja Malaysia melalui Radio dan Televisyen, menurut kenyataan itu.

iklan Anlene

Jika boleh balik ke belakang 14 hari.Pasti tulang akan kuat
Kita semua pasti pernah menonton iklan Anlene,iklan susu Kalsium yang sering ditayang di waktu perdana kaca tv kita.

Bagi kita orang Islam, pasti perkara sebegitu tidak akan berlaku.Yang berlalu pasti akan berlalu dan tidak akan kembali lagi.Di dalam al Quran pun telah dijelaskan ketika golongan yang tidak beriman meminta kembali ke dunia untuk berbuat ibadah.

Tafsirnya: “Maka kembalikanlah kami ke dunia supaya kami mengerjakan amal-amal yang baik; sesungguhnya kami sekarang telah yakin. (Surah as-Sajadah:12)

Akan tetapi ia tidak berguna lagi.Begitulah kita, rebutlah masa yang ada sekarang dengan melakukan banyak amalan untuk bekalan di akhirat kelak.

Di dalam kehidupan seharian kita juga,kita mesti berjuang meneruskan perjalanan kehidupan kita tanpa wujud rasa kejayaan akan dicapai jika kita melakukannya 2 tahun yang lalu.Tiada guna kesal perkara yg lepas.Tapi perlu rasa kesal jika kita gagal merancang masa hadapan kita.

MANFAATLAH MASA YANG ADA DENGAN SEBAIKNYA.
BERJALAN BIAR KE HADAPAN BUKAN KE BELAKANG.

Sumber: Akhi Nazri

Unta


Kita mengenali haiwan ini.Tetapi adakah kita merenung penciptaan haiwan ini? Sudah pasti haiwan ini unik.Masakan tidak,Allah nukilkan haiwan ini di dalam Al-Quran.

Dalam surat Al Ghasyiyah ayat 17, Allah berfirman : “Maka Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan?”

Marilah kita merenung sejenak penciptaan unta, moga-moga dengan kita belajar & berfikir dari alam ini, dapat kita mendekati Tuhan yg menciptanya, Allah SWT.




Unta telah menunjukkan kepada kita akan kecekalan di dalam kehidupannya di padang pasir yg panas.

Malulah kita kepada unta jika kecundang & putus asa di dalam perjalanan hidup ini.

Sumber: Akhi Nazri

Tuesday, August 3, 2010

Ilmu Pandu Hidup

Jenayah Rogol dan Penyelesaiannya.

1. Jenayah rogol , rogol dan bunuh serta rogol kanak - kanak mutaakhir ini semakin meningkat dan membimbangkan . Rakyat khasnya para wanita dan kanak - kanak kini tidak selamat menjalani kehidupan seharian . Bila - bila masa maruah dan nyawa mereka akan diragut kejam oleh penjenayah yang bebas bermaharajalela .

2. Faktor pendorong kepada berlakunya jenayah seksual ini terlalu banyak dan tidak ada gunanya kita saling salah menyalahkan antara satu sama lain bahkan semua pihak mestilah mengambil tanggungjawab untuk mendepani musibah atau malapetaka yang menimpa negara ini.

3. Cuma saya sangat terkilan dengan sikap sebahagian dari kalangan masyarakat kita termasuk cerdik pandai dan pihak berkuasa seperti mahu memejamkan mata terhadap syariat Islam tatkala membincangkan jalan penyelesaian terhadap isu ini .

4. Saya lihat semua orang setuju penjenayah dihukum seberat - beratnya , semua orang setuju supaya jenayah ini dibendung segera dan semua orang setuju bahawa mangsa mesti dibela sewajarnya , tetapi malang 1001 kali malang , hampir tiada yang melihat bahawa penyelesaiannya ada pada Islam agama yang diwahyukan oleh Allah swt .

5. Semua jenayah yang semakin meningkat indeksnya adalah berlaku dalam sistem pemerintahan dan pentadbiran yang berpaksikan kepada peraturan dan undang - undang ciptaan manusia sejak sekian lama. Ternyata sistem yang ada sekarang biarpun seberat mana hukuman itu dijatuhkan gagal membendung penularan jenayah kejam ini . [ Hukuman mati mandatori keatas pengedar dadah sebagai contoh , bukan sahaja tidak mampu membendung pengedar dadah malah empayarnya semakin berkembang dan dadah semakin mudah untuk diperolehi .]

6. Kenapa tidak memberi peluang kepada Islam ? Islam sebagai agama dan cara hidup yang diwahyukan oleh Allah swt kepada nabi Muhammad saw adalah agama dan syariat yang pernah membuktikan keupayaannya membendung maksiat dan mungkar dalam sejarah pemerintahan dan pentadbirannya .

7. Islam mempunyai pakej lengkap untuk menyelesaikan isu jenayah kejam yang melanda negara hari ini . Bermula dari pendidikan , pencegahan , kawalan dan hukuman serta pembelaan dan pendakwaan. Apa yang perlu sekarang ialah negara mesti memberi peluang kepada Islam untuk membuktikan keupayaan dan keberkesanan perlaksanaannya .

8. Hukuman berkesan tidak hanya dilihat kepada beratnya hukuman tersebut kerana hukuman berat hanya mampu menyakitkan tubuh dan mendera fizikal , sedang apa yang penting dalam usaha membendung jenayah ialah keinsafan , penyesalan dan kesedaran agar jenayah itu tidak berulang dan berkembang . Bertolak dari sini lah Islam menawarkan pakej lengkap dan berkesan [ merangkumi fizikal , mental dan spiritual ] untuk tujuan membendung dan menghapuskan jenayah .

9. Justeru itu , sewaktu membincangkan penyelesaian terhadap isu seperti ini , janganlah ianya dibuat dengan mengambil pandangan atau interview orang ramai secara rambang lantaran isu ini mestilah melibatkan kajian dan penelitian orang - orang yang berilmu . Para alim ulama' yang berkaliber mestilah dilibatkan secara serius dan aktif untuk mengkaji dan menggubal peraturan berasaskan syara' .

10. Janganlah prejudis terhadap Islam dan syariatnya. Mengapa perlu terpengaruh dan terpedaya dengan propaganda barat . Kenapa masih mahu bertahan setelah lebih 50 tahun menyaksikan kegagalan undang - undang ciptaan manusia membendung jenayah ini ? Sementara undang - undang Islam kaya dengan hikmah [ kebijaksanaan ] dan apa yang lebih penting ialah rahmat [ kasih sayang ] dan berkat [ kebaikan yang melimpah ruah ] . Keadilan Islam adil untuk semua dan ia menyinari semua . [ termasuk pesalah , mangsa , keluarga , masyarakat dan negara ].

Ustaz Nasrudin Hassan Tantawi

Keperluan mengubah perspektif politik dalam kalangan mahasiswa

“Dahulunya ada seekor harimau yang ditangkap dan digari di dalam penjara, walaupun telah banyak usaha dan akal digunakan, ianya tidak berjaya melepaskan diri. Akhirnya tiba satu masa gari tersebut dilepaskan, dan penjara tersebut dibuka. Harimau tersebut masih lagi setia menanti dan terpaku di situ sahaja walaupun diminta untuk keluarkan diri kerana dalam hatinya telah yakin ia tidak mampu melepasi jaringan ini dan mungkin aku sudah cukup selesa dalam kurungan ini.”

Apakah definisi sebenar mahasiswa dibenarkan berpolitik?

Alkisah ini gambarkan mengenai kisah perjuangan dan latar hidup seorang mahasiswa. Jika dahulunya kita telah sedia maklum kelantangan dan keperkasaan mahasiswa dalam arena politik. Politik yang didefinisikan sebagai satu kuasa yang akan mempengaruhi sesuatu yang lain untuk turut menyetujuinya. Lihat sahaja harapan yang disandarkan oleh golongan masyarakat terhadap mahasiswa bagi menyuarakan keadilan dan hak yang telah dikhianati. Sehinggakan pemerintah tertinggi dalam negara ini suatu ketika dahulu pernah digertak dan diseru untuk meletakkan jawatan atas desakan mahasiswa. Tetapi sayang seribu kali saying, kerana mahasiswa hari ini tidaklah seperti cerita dahulu. Kehebatan dan keperkasaannya mungkin hanya termaktub di dalam lembaran sejarah.

Baru-baru ini, arena politik negara dan pengajian tinggi digembar-gemburkan mengenai kenyataan daripada beberapa pihak yang bersuara agar mahasiswa pada hari ini dibenarkan berpolitik. Seorang penganalisis politik, Mohd Roslan Mohd Saludin berkata kekangan Akta Universiti dan Kolej Universiti (AUKU) pindaan 2009 yang melarang pelajar menganggotai parti politik telah menyebabkan mahasiswa menjauhkan diri daripada politik kepartian kerana merasakan peranannya tidak dihargai. Stigma ini berterusan sehinggakan kajian yang dilakukan ini terbukti tiga daripada lima pengundi muda atau 62 peratus daripada mereka masih ‘duduk atas pagar’ mengenai parti pilihan mereka. Tambahan pula kepincangan senario politik negara hari ini turut menyebabkan golongan muda ini mengambil pendirian non-partisan (tidak memihak) berhubung dengan politik negara.

Universiti merupakan satu institusi sosial yang berperanan penting dalam membentuk dan menurunkan nilai norma yang akan dipraktiskan oleh golongan yang menuntut di dalamnya. Peranan ini seharusnya dilihat dan diambil secara universal. Ia bukan sekadar menjadi institusi yang hanya melahirkan produk-produk yang akan diguna pakai oleh para majikan. Produk-produk ini juga seharusnya berfungsi dalam memberi manfaat kepada masyarakat di sekelilingnya. Permasalahan yang timbul kini adalah apabila produk-produk yang dihasilkan mengalami kecacatan dan kerosakkan. Kacacatan yang dinilai berdasarkan kajian ini membuktikan ketidaksediaan mahasiswa atau golongan muda melibatkan diri dalam arena politik negara. Permasalahan kian menjadi parah bilamana ia juga membuktikan pendirian golongan ini kebanyakannya tidak menjalankan tanggungjawab dalam memilih pimpinan negara di dalam pilihanraya.

Sejauh mana suara mahasiswa didengari?

Maka kita berusaha mencari di manakah silapnya ‘kilang’ penghasilan ini. Adakah pada bahan acuannya atau pada bahan mentahnya. Ruang kematangan bagi mahasiswa hari ini seolah-olah telah disempitkan. Institusi pendidikan tinggi ini seolah-olah hanya perlu berperanan seperti institusi pendidikan yang di bawahnya. Hanya berperanan untuk menyampaikan ilmu dan ia akan dinilai kematangan dan kecerdikannya melalui peperiksaan di akhir semester. Jika itu yang menjadi asas bahan acuan ini, jangan mengharap produk yang dihasilkan lebih berkualiti dan mempunyai pelbagai fungsi.

Hanya sebahagian kecil atau ruang yang dibuka untuk memberikan peluang kepada golongan muda ini untuk bersuara. Persoalan yang seharusnya dilontarkan, mengapa ruang kematangan ini perlu di sempitkan atau dibataskan dengan ruang lingkup dasar atau akta yang membantutkan mahasiswa? Sejauh mana ruang yang sempit ini benar-benar menjadi ruang kepada mahasiswa untuk melontarkan ngauman harimau yang perkasa atau ianya menjadi lebih mudah untuk mengawal atau mengubahnya menjadi suara kucing yang mengiau manja?

Masyarakat meletakkan harapan dan impian yang tinggi terhadap golongan muda yang ada pada masa ini. Kematangan dan kesediaan mahasiswa untuk memainkan peranan yang sejajar dengan ketinggian ilmu yang ada amatlah diraikan oleh semua golongan. Nilai modal insan yang tinggi mampu mengubah paradigma dan masa depan negara. Semoga institusi sosial ini berupaya membentuk dan menghasilkan produk-produk yang lebih berkualiti bagi menjana modal pembangunan dan kesejahteraan agama, bangsa dan negara.

Pro-Mahasiswa


Monday, August 2, 2010

Kenapa Kita Tak Ingat Masa Dilahirkan?

Otak manusia memiliki kapasiti memori ribuan kali lebih tinggi dari komputer paling canggih yang ada saat ini. "Gray matter" merupakan alat penyimpanan yang sangat canggih Namun, mengapa kita tidak boleh mengingat masa atau saat pertama kita lahir ke dunia?

http://www.ibubayi.com/wp-content/uploads/2010/03/Terganggunya-Si-Bayi-Dari-Cegukan-285x300.jpg

Jangankan saat dilahirkan, otak kita juga tak boleh mengingat masa-masa ketika kita masih bayi. Ternyata sekeras apa pun kita berusaha, ingatan kita hanya boleh kembali sampai saat kita berusia 4-5 tahun.

Mengapa demikian? Salah satu teori menyebutkan hal ini kerana faktor mielin, lapisan pelindung saraf yang membantu penghantaran isyarat-isyarat otak. Nah, sebelum berusia 5 tahun, mielin dalam otak bayi masih sangat sedikit. "Mielin sangat penting untuk menjaga ingatan jangka panjang," kata Jonathan Schooter, PhD, ahli psikologi dari University of British Columbia.


Teori lain menyebutkan, begitu kita mulai belajar bercakap, kita tidak boleh lagi mengakses ingatan yang tercipta pada masa kita belum lancar bercakap. "Dengan makin berkembangnya kemampuan berbahasa seorang anak, cara ia berfikir juga akan berubah sehingga diduga lebih susah untuk mengingat ingatan masa sebelumnya," katanya.

Mielin?


Selubung Mielin adalah lapisan phospholipid yang mengelilingi akson pada banyak neuron. Sel Schwann menghantar mielin untuk neuron periferal, dimana oligodendrosit menghantar ke sistem saraf pusat. Mielin merupakan karakteristik dari vertebrata (gnathostome), tetapi juga diangkat oleh evolusi pararel beberapa invertebrata. Mielin ditemukan oleh Louis-Antoine Ranvier pada tahun 1878.

Solat dalam air


Gambar di bawah menunjukkan pekerja di sebuah syarikat minyak di Arab Saudi. Setiap hari, mereka perlu bekerja di dalam air di tengah laut selama 4-5 jam sehari. Sekiranya pada waktu tersebut masuknya waktu solat, maka mereka akan terus menunaikan solat di dalam air dengan berpakaian selam. Kalau nak keluar ke permukaan dulu, tukar2 baju apa semua mungkin tak sempat, jadi diteruskan sahaja solat di dalam air.

Tak salah!
Sebab hanya solat membezakan antara Islam dan bukan islam...

Sebesar2 pencuri adalah orang yang mencuri waktu solatnya...

Fatwa Solat Syeikh 'Athiyyah Shaqr ~ 5-Kenapa Tidak Allahu Akbar ?


Soalan 5 : Kenapa diucapkan سمع الله لمن حمده ketika bangun berdiri dari rukuk dan tidak diucapkan الله اكبر sepertimana dalam setiap perbuatan solat yang lain?

Jawapan Syeikh ‘Athiyyah Shaqr : Telah disebutkan di dalam Kitab Hasyiah Asy Syarqawi ‘ala syarhi At Tajrid karangan Syeikh Zakariya Al Ansori di dalam fiqh Al Imam Asy Syafie – Jilid 1 m.s 205 – bahawasanya hikmah diucapkan سمع الله لمن حمده ketika iktidal dan tidak diucapkan الله اكبر seperti takbir intiqalat (perubahan rukun) yang lain bahawa Saiyyiduna Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu ‘anhu tidak pernah tertinggal solat berjamaah di belakang Rasulullah SAW walau sekalipun.

Pada satu hari dia datang untuk solat Asar bersama Rasulullah SAW dan ia menyangka bahawa ia telah terlewat dan ketinggalan solat berjamaah di belakang Rasulullah SAW maka dia pun berjalan dengan cepat dan tergesa-gesa. Adapun itu berlaku sebelum datangnya larangan supaya tidak tergesa-gesa berjalan mengejar solat di belakang imam. Maka Saiyyiduna Abu Bakar masuk ke dalam masjid lalu mendapati Baginda Rasulullah SAW sedang bertakbir untuk bangun dari rukuk. Maka Saiyyiduna Abu Bakar pun mengucapkan الحمد لله lalu seraya bertakbir menunaikan solat di belakang Nabi SAW.

Maka turunlah Jibril alaihissalam sedang Nabi SAW di dalam keadaan rukuk lalu berkata kepada Nabi SAW ; “Ya Muhammad , sesungguhnya Allah telah mendengar orang yang memujiNya. Maka ucapkanlah olehMu (ketika iktidal) سمع الله لمن حمده maka Rasulullah SAW mengucapkannya ketika bangun dari rukuk sedangkan sebelum dari peristiwa ini, Rasulullah SAW rukuk dengan bertakbir dan bangun dari rukuk juga dengan bertakbir.

Maka jadilah ucapan Saiyyiduna Abu Bakar itu ( ( سمع الله لمن حمده sebagai satu sunnah sejak dari waktu itu dengan keberkatan Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu ta’ala ‘anhu – selesai perkataan Asy Syarqawi dan dia tidak menyebutkan sanad baginya.


Klik; Ustaz Yussaine Yahya

Sunday, August 1, 2010

Fatwa Syeikh 'Athiyyah Shaqr ~ Bab Solat (4)



Soalan 4 : Adakah solat dengan duduk di atas kerusi itu batal dan tidak sah ?.

Jawapan Syeikh ‘Athiyyah Shaqr : Diketahui bahawa menunaikan solat dalam keadaan berdiri ketika takbiratul ihram yang pertama , ketika membaca Al Fatihah , ketika ruku’ dan ketika I’tidal adalah wajib. Dan kewajipan berdiri dalam situasi yang disebutkan tadi adalah diwajibkan di dalam solat fardhu. Namun jika sekiranya seseorang itu tidak mampu solat berdiri maka dia dibolehkan untuk solat sambil duduk sebagaimana yang telah dinaskan oleh hadis.

Adapun di dalam solat-solat sunat, seseorang itu boleh menunaikan solat sunat dalam keadaan duduk walaupun ia mampu solat berdiri dan dikira baginya separuh pahala solat orang yang solat sunat dalam keadaan berdiri. Namun jika ia solat sunat dalam keadaan duduk kerana tidak mampu berdiri maka baginya pahala yang sempurna seperti orang yang solat sunat dalam keadaan berdiri.

Hendaklah diketahui bahawasanya orang yang mampu solat dalam keadaan berdiri di dalam solat fardhu tetapi sebaliknya ia menunaikan solat fardhu dalam keadaan duduk maka batallah solatnya dan tidak ada pahala baginya.

Adapun solat dalam keadaan duduk itu ada padanya berbagai bentuk dan keadaan. Antaranya solat sambil duduk terus di atas tanah (lantai), maka ketika ruku’ hendaklah ia menundukkan kepalanya dan ketika sujud hendaklah ia meletakkan kepalanya di atas lantai. Namun jika ia tidak mampu sujud dengan meletakkan kepala di atas lantai maka hendaklah ia sujud dalam keadaan merendahkan kepalanya lebih rendah dan lebih kebawah dari keadaan ketika rukuk supaya jelas perbezaan di antara kedua perbuatan tersebut. Sedangkan duduk di atas kerusi ketika solat tidak membolehkan seseorang itu sujud terus di atas tanah (lantai), maka batal dan tidak sah solatnya itu.

Bagi mereka yang mampu berdiri di permulaan solat iaitu ketika takbiratul ihram kemudian ia rukuk , iktidal , kemudian sujud dengan dua sujud maka selepas itu ia tidak lagi mampu meneruskan solat dalam keadaan berdiri maka ia dibolehkan untuk menyambung (meneruskan) solatnya dalam keadaan duduk. Sesorang yang mampu berdiri tidak dibenarkan memulakan solatnya dalam keadaan duduk iaitu samada duduk di atas kerusi atau di atas lantai (di dalam solat fardhu sahaja).

Jelasnya, barangsiapa yang mampu berdiri ketika menunaikan mana-mana rukun di dalam solat (fardhu), maka ia tidak boleh melakukannya di dalam keadaan duduk. Menunaikan solat dalam keadaan duduk hanya dibenarkan di di dalam keadaan duduk dan tidak mampu berdiri sahaja.


klik: Ustaz Yussaine Yahya

"Orang Muda Geng Kita" Dewan Pemuda PAS Kawasan Kangar merealisasikan slogan itu merentasi 'Andaman Sea'.

Misi rehlah extreme bersama golongan muda dengan slogan "Orang Muda Geng Kita"


Bot yang di sebelah kiri bakal kami naiki sebentar saja lagi


Bot yang kami naiki melintasi pengkalan polis marin sebelum memasuki Laut Andaman


Laluan ini sentiasa sibuk dengan feri yang selalu ulang-alik dari Langkawi,kami terpaksa bertahan daripada hempakkan ombak feri ke atas bot yang kami naiki ini


Kira-kira 20 orang lebih pemuda-pemuda yang kami dapat kumpul untuk misi rehlah kali ini


Kelihatan Ketua Pemuda PAS Kawasan Kangar Saudara Mohd Iqbal (Iqbal Jundullah) bersama Ketua Pemuda PAS DUN Kayang Saudara Mohd Amirul Jufri mengepalai misi rehlah kali ini,sehingga bot yang kami naiki di rempuh gelombang dan hujan lebat


Alhamdulillah...kami berjaya mendarat di lokasi dengan selamat


Mula bergerak ke tempat berteduh sebelum memulakan misi yang hakiki di sini


Bolehkan pembaca menterjemahkan tulisan ini?


Saudara Mohd Iqbal akan memulakan misi kayuhan pejuang dengan menggunakan sampan kecil


Klinik kesihatan juga di bina untuk kemudahan perubatan bagi penduduk di sini



Saudara Mohd Amirul mula menziarahi penduduk di sini dan bertanya khabar


Sejadah di hampar untuk solat Zuhur berjemaah


Kanak-kanak Thailand ini bakal mewarisi tugas dakwah apabila dewasa kelak


Melihat ikan banang mencari makanan di permukaan air


Selepas menunaikan solat maghrib berjemaah,kami berbincang dan berbual bersama Imam Yong,beliau merupakan Iman masjid di sini


Masjid baru dalam proses pembinaan,kelihatan Saudara Mohd Amirul sedang berbincang sesuatu dengan penduduk di situ


Kambing sedang bergaduh,persoalannya apakah yang menyebabkan mereka berbalah?


Khazanah laut yang begitu berharga,kepada kaki pancing mereka boleh mencongak spesis ikan apa yang menghuni kawasan ini,penulis dapat meneka ikan kuku,ikan kerapu,ikan gelama dan ikan siakap banyak di kawasan ini,juga kami berpeluang melihat sedikit aksi akrobatik dari seekor Dolphin yang tiba-tiba muncul di permukaan air


Misi rehlah selama 2 hari berakhir dengan kepuasan memancar di wajah-wajah pemuda ini


Kelihatan 2 orang nelayan sedang membaiki 'propeler' bot sebelum turun ke laut


Akhirnya kami sampai dengan selamat ke jeti,semoga rehlah kali ini menjadi nostalgia yang tidak dapat kami lupakan...Allahuakhbar


kekoh sokmo

Related Posts with Thumbnails